Postingan

EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI DALAM MANAJEMEN KONSTRUKSI

  https://drive.google.com/file/d/1EQvcPEwcV9UBQSmVM4gW1svGI6MClryZ/view?usp=drivesdk

MENGHITUNG BOBOT ITEM PEKERJAAN (RAB)

Gambar
 Rumus Mencari Bobot Item Pekerjaan Bobot = (Harga Pekerjaan/Total Jumlah) x 100 Contoh Menghitung Bobot Pekerjaan Misalnya dalam Proyek Pembangunan Rumah tinggal dengan jumlah total proyek Rp. 116.425.495,00- (seratus enam belas juta empat ratus dua puluh lima ribu empat ratus sembilan puluh lima rupiah), di dalamnya ada pekerjaan galian tanah pondasi dengan volume 46,08/m³  dan harga satuan pekerjaan Rp. 2.304.000,00- (Dua Juta Tiga Ratus Empat Ribu Rupiah).  Berapakah bobotnya? Penyelesaiannya : Bobot = Harga Pekerjaan/Jumlah Total Pekerjaan)x100             = (2.304.000,00 / 116.425.495,00) x 100             = 1,979 % Sehingga Bobot dari Pekerjaan galian tanah pondasi adalah sebesar 1,979% Berikut Contoh perhitungan Rencana Anggaran Biaya + Bobotnya.

PROSES MANAJEMEN KONSTRUKSI & RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BESERTA CONTOHNYA

Gambar
PROSES MANAJEMEN KONSTRUKSI     Manajemen proyek konstruksi masuk dalam kerangka ilmu manajemen pastinya berorientasi pada hasil. Dimana hasil tersebut harus dicapai dengan tingkat efisiensi dan efektifitas yang tinggi. Oleh karena i tu dikenal dengan yang namanya 5M dalam bidang pekerjaan apapun yang berkaitan dengan manajemen sebagai indikator keberhasilan dalam proses konstruksi. 5M ini adalah constraint yang sangat penting dan yang nantinya perlu di tata, diatur atau dimanage agar target tercapai dengan baik.     Indikator keberhasilan proses konstruksi (5M) yaitu :          1. Man Power (Tenaga Kerja atau Perorangan)           Dalam setiap pekerjaan apapun, tenaga adalah salah satu hal penting yang musti diadakan. Begitu juga dengan proyek konstruksi.  Tenaga kerja dalam proyek konstruksi terdiri mulai dari pekerja kasar (tukang bangunan) sampai pelaksana lapangan yang bertugas mewujudkan pere...

JASA KONSTRUKSI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO 2 TAHUN 2017

Pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sesuai dengan tujuan pembangunan tersebut maka kegiatan pembangunan baik fisik maupun non-fisik memiliki peranan yang penting bagi kesejahteraan masyarakat. Sektor Jasa Konstruksi merupakan kegiatan masyarakat dalam  mewujudkan bangunan yang berfungsi sebagai pendukung atau prasarana aktivitas sosial ekonomi kemasyarakatan dan menunjang terwujudnya tujuan pembangunan nasional.  S elain berperan mendukung berbagai bidang pembangunan, Jasa  Konstruksi berperan pula untuk mendukung tumbuh dan berkembangnya berbagai industri barang dan jasa yang diperlukan dalam penyelenggaraan Jasa konstruksi dan secara luas mendukung perekonomian nasional. Oleh Karena penyelenggaraan Jasa Konstruksi harus menjamin ketertiban dan  kepastian hukum, sedangkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi belum dapat meme...